MENGUBUR ARIARI

Posted: 11AMKAMRWIBAM in Kamus Uneg-uneg

Keponakan ke duaku baru saja lahir seminggu yang lalu. Jenis kelaminnya perempuan, sama seperti yang pertama. Seperti biasa ariarinya dikubur di halaman rumahku.

Aku yang nikah aja belom, disuruh beli kendil di tukang kembang di pasar. Aku pikir dari pada jauh-jauh kepasar, mending beli di tukang kembang kuburan yang deket rumah aja. Pas ditanya, ternyata di situ ada. Tapi Aku sempet debat sama tukang kembangnya karna cuma di kasih kendil, kembang tujuh rupa, sama minyak wangi. Sedangkan Aku dipesenin suruh beli kendil yang komplit sama tetek bengek perlengkapannya kayak benang, jarum, asem, garem, dll. Dari pengalaman anak yang pertama juga di dalem kendilnya udah ada minyak wangi, jarum, benang, pinsil, (sama apalagi aku lupa). Si tukang kembangnya bilang ” Gak usah pake gitu-gituan, sekarang udah jaman modern, Neng !” Klo dipikir-pikir bener juga ya..hehhe’

Akhirnya kemaren Aku baru tanya sama Simbah (nenekku) yang notabene adalah asli Yogya dan masih megang tradisi begituan. Sebelumnya nggak kepikiran buat nanya sama simbah. Dan hasilnya :

Perlengkapan :

  1. Kendil kecil + tutupnya
  2. Minyak wangi khusus makam ( bisa di beli di tukang bunga makam)
  3. Kain mori (kain putih kira-kira 1/2 meter)
  4. Garam
  5. Empon-pon (Bumbu dapur : serai, lengkuas, kunyit, salam, bawang merah, bawang putih, kencur, temu kunci) bisa dibeli di tukang jamu racikan.
  6. Kembang tujuh rupa
  7. Kapas
  8. Benang dimasukkan ke lubang jarum
  9. Tulisan arab (Bismillah hirohmanirohim) di kertas.
  10. Kertas putih polos + pinsil yang sudah diraut.
  11. Peralon secukupnya
  12. Lokasi/ tempat mengubur, gali kira-kira 1/2 meter
  13. Lampu minyak/ lampu bohlam

Ariari atau dalam bahasa medis disebut plasenta dipercaya sebagai teman atau saudara kembar bayi yang baru lahir. Bentuknya bulat gepeng seperti daging yang dibungkus, ada semacam usus yang tadinya menyambung dengan pusar bayi. Lalu ada beberapa biji berwarna hitam, katanya sih biji hitam itu menandakan jumlah saudara si bayi yang masih akan lahir. Misalnya kalau jumlah biji hitamnya ada lima, berarti si Ibu masih bisa melahirkan lima anak lagi.

Cara Mencuci :

  1. Mencuci dilakukan oleh Ayah si bayi. Bisa juga di serahkan pada dukun bayi, tapi harus memberi upah sebagai penghapus dosa karena sudah membersihkan kotoran orang tua si bayi.
  2. Di air mengalir.
  3. Dengan tangan kanan atau dua tangan. Karena kalau menggunakan tangan kiri, si anak nantinya kedal (melakukan aktivitas seperti makan, menulis, dll menggunakan tangan kiri).
  4. Harus bersih sekali, kalau perlu pakai sabun.
  5. Setelah bersih, si kakak disuruh menginjak ariari adiknya (khusus bagi anak ke dua dst). Tujuannya agar si kakak dan adiknya selalu rukun & akur.
  6. Lumuri Ariari dengan minyak wangi.
  7. Bungkus ariari dengan kain mori lalu masukkan ke dalam kendil.
  8. Taburi dengan garam, irisan empon-pon, kembang,  kapas, jarum + benang, dan tulisan arab, kertas putih dan pinsil.
  9. Tutup kendil kemudian kubur di lubang yang sudah disiapkan.
  10. Pada saat menguburkan, buka sedikit tutup kendil untuk memasukkan peralon agar ada udara. setelah itu urug dengan tanah.
  11. Buatkan tudung diatas lubang peralon yang menjulur keluar tanah kuburan agar peralon tidak kemasukan air hujan.
  12. Nyalakan lampu setiap malam sampai usia bayi 40 hari.

Sebenarnya menguburkan ariari bayi dengan cara seperti ini hanya tradisi turun temurun masyarakat kita sebagai lambang do’a/ harapan untuk bayi yang baru lahir, karena dalam agama (Islam) tidak ada petunjuk/ ketentuan khusus tetang hal ini. Ada banyak cara menguburkan ariari bayi, tergantung tradisi dan kepercayaan yang dianut dan masing-masing memiliki maksud dan tujuan tersendiri. Ada yang menambahkan gula merah, gula putih, asam, kaca, sisir, buku tulis, dll ke dalam kendil. Cara penguburannya juga bermacam-macam, ada yang dikubur ditanah, ada yang dilarung/ dihanyuutkan disungai, ada jugga yang digantung di pintu.

Apapun dan bagaimanapun cara mengubur ariari, yang pasti orang tua memiliki harapan yang baik terhadap anak-anaknya. Dan semoga harapan yang baik itu dapat terwujud. Amin..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s